Senin, 11 Juni 2012

ADSL dan Discrete Multitone


          ADSL

ADSL  adalasalasatu  bagian  dari  xDSL. ADSL   memungkinka transmis data   kecepatan tinggi  dengabandwditasimetris  menuju  rumah dan kantor bisnis malalui jaringan kabel local loop dari telepon yang telah ada. ADSL mentransmisikan sekitar 6 Mbps kepada subscriber (downlink) dan kurang lebih 640 kbps untuk tranmisi arah yang berlawanan (uplink). Penambahan kecepatan ini berkisar sekitar 50 kali tanpa penginstalan jaringan kabel baru.
2.1.         Metode Implementasi Modem ADSL
Secara  umum  alokasi  frekuensi  kerja  ADSL
dibagi menjadi bagian upstream dan downstream. Pembagian alokasi kerja modem ADSL dapat diimplementasikanndalam  2 cara, yaitu                     echo cancellation              (EC)  dan frequency division multiplexin (FDM)[3] Pad metode   EC pita frekuensi upstream dan downstream saling overlap dan  dipisahkan  dengasuatu  echocanceller  lokal. Pada metode FDM, kedua arah transmisi, yaitu upstream dan b downstream    masing-masing dialokasikan pada pita frekuensi yang berbeda.
2.2.         Modulasi Kanal ADSL
Kecepatan transfer sistem ADSL yang sangat tinggi dimungkinkan oleh digunakannya teknik modulasi digital yang digabung dengan teknik pemrosesan sinyal digital untuk memanfaatkan sisa bandwidth  di  atas  spektrum  POTS.  Secara  garis

besar  terdapat  2  macam  teknik  modulasi  ADSL[11],                                                       Q
yaitu :
a Teknik modulasi berpembawa tunggal atau single
carrier modulation (SCM).                                                                                             2           0
b Teknik       modulasi       berpembawa      jamak      atau                                                                          I
multicarrier modulation (MCM).                                                                                  3           1
Teknik single carrier modulation hanya menggunakan
1 buah frekuensi pembawa sebagai sinyal yang akan

dimodulasi oleh sinyal informasi. Implementasi SCM pada ADSL, yaitu Carrierless Amplitude Phase (CAP)[i0].
Teknik modulasi multicarrier atau multicarrier modulation (MCM) adalah teknik transmisi data yang membagi lebar spektrum bandwidth transmisi menjadi beberapa subchannel dan masing-masing dimodulasi dengan sinyal pembawa yang merepresentasikan blok datbit  yang  memiliki  bit  rate  lebih rendasecara paralel. Tujuan pembagian lebar pita menjadi beberapa subkanaadalauntumeningkatkan  efisiensi  lebar pita  dan  menjadikan  sistelebih  adaptif  terhadap kondisi saluran yang dipengaruhi berbagai gangguan. Penerapan MCM pada ADSL dengan menggunakan Discrete           Multitone               (DMT)     dengan    operator transformasinya yang sudah terkenal, yaitu fast fourier transform (FFT). Modulasi DMT membagi lebar pita telephone      menjadi    sub-subkanal                                           denga interval
4,3125 kHz[11]  :
ü  Kanal       upstream        dengan       32       subkanal menggunakan             alokasi    lebar                        pita                         11,25-
144,9375        kHz       dengan        metode       echo cancellation.
ü  Kana downstrea denga 25 subkanal
menggunakan bandwidth 64,6875-1164,4 kHz dengan metode echo cancellation juga.
Modulasi  DMT  secara  sederhana  dapat  dilihat  pada
Gambar 2.1.
Gambar 2.1 Diagram Blok Sederhana Teknik Modulasi Multicarrier

2.3.      Simbol QAM

Diagram konstelasi QAM merupakan titik koordinat simbol pada bidang rectangular I/Q dengan sumbu horisontal inphase (I) dan sumbu vertikal quadrature (Q). Jumlah titik  konstelasi pada metode QAM  bervariasi   tergantun dari  jumlah  bit   yang diwakili  oleh  setiap  simbol.  Untuk  setiap  blok  bit
diwakili  oleh  sejumlah  M  =  2b      alphabet  simbol.
Diagram konstelasi QAM (b = 2) dapat dilihat pada gambar 2.2.

Gambar 2.2 Konstelasi Simbol 4QAM
Angka 0, 1, 2, 3 adalah letak simbol yang merupakan representasi  desimal  dari  nilai  blok  2  bit,  yaitu masing-masing 00, 01, 10, 11. Sedangkan untuk nilai b   lainnya diagram   konstelas dapa dihasilkan denga car mensubstitusika blok   2x pada Gambar 2.2 dengan Gambar 2.3.


4n+1

4n+3


4n


4n+2

Gambar 2.3 Diagram Dasar Konstelasi QAM

Penentuan letak titik konstelasi dengan nilai b ganjil sedikit berbeda. Sebagai diagram dasar ditentukan terlebih  dahulu  konstelasi  palinsederhana,  yaitu untuk b = 3 dapat dilihat pada Gambar 3.5.
Q

5
4    2    0
I
3     1    7
6

`
Gambar 2.4 Diagram Konstelasi 3 Bit
Jik  ganjil   da lebih   dar 3 denga tetap berpedoman   pad tabe 2x pad Gamba 2.6 dilakukan substitusi pada tabel yang akan diekspansi dengan perlakuan khusus terhadap 2 MSB dari I dan Q. 2 MSB yang tersisa digeser menuju sisi kuadran yang      berhadapan,      sehingga       bentuk       diagram konstelasi menjadi simetris.

2.4.  Transformasi Fourier Diskrit[13]
Transformasi fourier diskrit digunakan untuk
mengubah sejumlah N data real dalam domain waktu menjadi sejumlah N  data  komplekdalam domain frekuensi. Transformasi fourier diskrit dinyatakan dengan:
N -1
- jkWnt
 
X (k ) = FD [x(nT )] = å x(nT )l           , k = 0,1, ..., N - 1   ,
n = 0
sebaliknya  untuk  mengubah  sejumlah  data  N
kompleks    menadi     sejumlah    N     data    real

digunakan  invers  DFT  yang  dinyatakan  dengan
- j 2pnk / N
 
N -1

peralatan  penentu  yang  mengubah  simbol  QAM
menjadi  blok  data  digital  dengan  panjang  tertentu

x(n) =  1
N

å X
k = 0

k l              , n = 0,1, ..., N - 1
data  digital  dengan  
.          sesuai  dengan  konstelasi  QAM  yang  bersesuaian.
Untuk  lebih jelasnya  proses  simulasi  dapat  dilihat pada diagram alir gambar 3.2.

2.5.       Cyclic Prefix[3]
Prinsip  dari  cyclic  prefix  adalah  penyalinan
beberapa bagian akhir dari urutan data simbol paling akhir ke urutan data simbol paling depan. Misal pada transmisi upstream DMT dengan panjang subchannel
32 dan panjang cyclic prefix adalah 5 (menurut standar ANSI) maka prinsip penambahan cyclic prefix adalah sebanyak 5 panjang simbol urutan terakhir di salin ke urutan paling depan. Tujuan dari penambahan cyclic prefix   in adala sebaga guar ban ata band pemisah antar simbol, sehingga dapat menghindari interferensi inter simbol yang disebabkan pengaruh channel (channel impulse response). Karena transmisi sinya ADS pad frekuens yang   sanga tinggi sehingga kemungkinan terjadinya interferensi inter simbo(ISIsangat  tinggi  sehingga  dengan  cyclic prefiISI  dapat  dicegah.  Selama  panjang  channel impulse response masih di bawah panjang cyclix pefix maka sinyal tidak akan mengalamai distorsi atau gangguan. Prinsip dari cyclic prefix dapat dilihat lebih jelas seperti ditunjukkan pada gambar 3.9.



mulai



Menentukan Jumlah sub channel (N)

ya
Bentuk alokasi bit
(bit_channel)


bentuk data biner sepanjang satu periode (data)


Inisialisasi lagi?


tidak

1

1




Pengkodean data menjadi si mbol


IFFT (x_mod)




Penambahan cyclic prefix
(v)



Penambahan channel respon




Remove
Cyclic prefix



FFT
x_recd


Rekonstruksi symbol



Modifikasi simbol (data_recd)



Simula        ya       1
si
tidak selesai




 
gambar 2.5.  prinsip penambahan cyclic prefix

III.          PERANCANGAN SIMULASI

Perancangan simulasi dapat dijabarkan sesuai dengan gambar 3.1.
pemancar

Gambar 3.2. Diagram alir simulasi

IV.          HASIL SIMULASI DAN ANALISA
Proses simulasi tugas akhir ini meliputi tiga tahap,  yaitu  inisialisasi,  simulasi  dapenampilan hasil simulasi.

4.1. Alokasi Bit


Input


QAM                       IFFT Encoder



penerima

Paralel to
serial
+
(cyclic
Prefix)




Serai to
Paralel

Output







Input

Jumlah  bit  yang  dialokasikan  untuk  setiap
subkanal bervariasi antara 1 dan 15 bit. Pada salah satu   hasil   simulas sebagaimana   terliha pada Gambar 4.1, jumlah distribusi bit untuk 31 subkanal adalah 244 bit. Jumlah 244 bit ini dihasilkan secara random deterministic, alokasi bit untuk subkanal dengan             frekuensi         pembawa          yang        rendah
mendapatkan alokasi yang lebih banyak dikarenakan

Output

QAM Decoder

FFT

(remove cyclic prefix)

frekuensi  pembawa  dengan  frekuensi  yantinggi lebi rentan    terhadap      derau.      Sehingga                 setiap penekanan tombol inisialisasi akan menghasilkan jumlah dan alokasi bit yang acak pula.

Gambar 3.1. Blok diagram pemancar dan penerima DMT


Proses      demodulasi      pada     bagian      penerima bekerja   secar berkebalika dar prose modulasi dengan menggunakan fast fourier transform (FFT). Selanjutnya sebuah QAM decodeberfungsi sebagai



 



Gambar 4.1 Alokasi Bit Setiap Subkanal

4.2. Data Bit Dikirim
Data   yang  akan  ditransmisikan  adalah  data biner yang dibangkitkan secara acak. Pada salah satu hasil simulasi, data berupa deretan bit sepanjang 244 yang  masing-masinbernilai  0  atau  1.  Plot  seluruh data yang dibangkitkan dapat dilihat pada Gambar 5.4. Bit-bit   in selanjutnya          akan    diumpankan    ke-31 subkana dengan   alokas masing-masin subkanal seperti pada Gambar 4.2.



Gambar 4.2 Data 244 Bit Dikirim

4.3       Simbol QAM
Simbol QAM  yang  dihasilkan dalam simulasi
adalah simbol dengan nilai konstelasi antara 2 sampai
3278. Pada salah satu hasil simulasi yang dilakukan padsubkanal  31  dengan  alokasi  2  bit  dan  data masukan  11,   masukan  inphase  bit  1  (amplitudo dibalik) masukan   quadratur bit    (amplitudo dibalik)  menghasilkan simbol -0,7071 0,7071i yang dapat  dituliskan  1 Ð2250 ,  ini  berarti  simbol  yang dihasilka terleta pad kuadra ketiga           bidang inphase-quadrature.                     Hasil       simulasi       keseluruhan simbol diperlihatkan oleh Gambar 4.3.

Gambar 4.3 Simbol kompleks yang dihasilkan


4.4        Transformasi IFFT
Hasil transformasi IFFT yang diinginkan adalah nilai waktu real (real time value), dan dari simulasi yang dilakukan terlihat bahwa nilai bagian imajiner   sanga kecil   sekali   jik dibandingkan dengan nilai bagian real nya atau nilai imajinernya sanga mendekati   no sehingga   bis dianggap bernilai nol seperti diperlihatkan pada gambar 4.4. Nilai real berkisar antara -1 sampai 1 sedangkan nilai
imajiner berkisar antara 1. 10-16 sampai 1. 1016.


Gambar 4.4 Hasil transformasi IFFT

4.5        Transformasi FFT
Pad sis penerim sinya sample   yang diterimadalah  nilai  waktu  real  (real  time  value) hasil  dari transformasi  IFFT  yang  sudamelewati saluran  transmisi.  Untuk  channel  ideal  h  =  [1] saluran transmisi tidak mempengaruhi sinyal sample yang  dikirimkasedangkan  untuk  channel  tidak idea mak salura akan   mempengaruh sinyal sample   yan dikirimkan Disampin itu   sinyal samplyang        dikirimkan    sudah      mendapatkan tambahan cyclic prefix yang berfungsi sebagai guard band untuk menghindari interferensi intersimbol. Kompone sinyal               yan diterim untu katiga channel atau saluran yang berbeda dapat dilihat pada gambar 4.5.a.,4.5.b., dan 4.5.c. Terlihat bahwa untuk


 
channel ideal pada gambar 4.5.a. sinyal yang diterima adalah sample complex yang besarnya bagian imajiner sangat  kecil  sehinggbisa  dianggap  nol  (nilai  real time). Panjang sinyal sample adalah 69 yaitu 64 hasil transformas IFF sebanya 2 ( x   32 dan penambahan           cyclic      prefix           sebanyal              5               sample. Sedangkapada  gambar  4.5.b.  dan  4.5.besarnya sampllebih  besar  dari  69  karena  pengaruh  dari response channel yang diberikan.

Sample yang diterima tersebut mula-mula direnovasi cyclic    prefixnya.             Kemudian                              hasilnya                 menjadi masukan    bagi      transformasi      FFT.       Hasil      dari transformasi FFT ini adalah 64 sample yang terdiri dari rekonstruksi simbol kompleks dan konjugatnya. Oleh karena itu untuk mendapatkan rekonstruksi kompleks                               simbol                     maka                 bagian       konjugatnya dihilangkan terlebih dahulu. Rekonstruksi simbol kompleks yang dihasilkan dapat dilihat pada gambar
4.6.a.,  4.6.b.,  dan  4.6.c.  Untuk  channel  ideal  dan
response channel h = v terlihat rekonstruksi simbol kompleks dapat dihasilkan kembali simbol kompleks yang          sama       dengan               simbol    kompleks pada transmitter yaitu  pad subchanne ke   3 yaitu besarny 0,707  0,7071 yan dapa ditulis

1 Ð2250

yang terletak pada kuadran ketiga bidang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;